Strategi Ampuh untuk Melakukan Rekrutmen Karyawan yang Kompeten

Teknik rekrutmen tentu saja sangat dibutuhkan di dalam setiap memilih calon tenaga kerja yang baru, entah dari perusahaan apapun itu.

Hal tersebu bertujuan agar nantinya perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dan juga mampu untuk ikut serta dalam mengembangkan perusahaan. Dengan adanya proses rekrutmen dengan menggunakan dan memperhatikan tekniknya, tentu saja nantinya selain untuk memajukan perusahaan dan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas juga mampu untuk meminimalisir waktu, biaya dan juga kesalahan dalam merekrut calon tenaga kerja.

Jika teknik dalam proses rekrutmen tidak diperhatikan dengan baik, maka nantinya akan berdampak pada perusahaan seperti produktivitas yang terhambat, kemudian juga memakan banyak waktu serta biaya dan yang lainnya.

Persaingan di dalam mencari pekerjaan sekarang ini memang semakin ketat sehingga hal tersebut juga sangat penting untuk berbagai perusahaan menerapkan standard agar nantinya di dalam merekrut tenaga kerja bisa secara maksimal.

Untuk beberapa caranya sendiri adalah seperti menentukan kriteria atau syarat – syarat kepada calon tenaga kerja, kemudian juga pada saat proses rekrutmen diadakan beberapa tes seperti tes wawancara, tes tertulis, tes psikologi dan yang lainnya.

Download Now >> 17 Materi Pelatihan SDM yang Cetar Membahana dan Top Markotop....

Dengan melakukan beberapa tes kepada calon tenaga kerja tentu saja nantinya perusahaan akan mengetahui bagaimana karakter dan sifat dari pelamar kerja itu sendiri, selain itu juga bisa menganalisa serta menentukan apakah pelamar kerja tersebut layak atau tidak untuk masuk dalam perusahaan.

Teknik Rekrutmen
Di dalam rekrutmen calon tenaga kerja dalam suatu perusahaan sendiri memang membutuhkan beberapa teknik yang harus diperhatikan, lalu apa saja teknik tersebut? Berikut ini adalah dua teknik rekrutmen yang perlu diperhatikan:

1. Teknik sentralisasi
Teknik ini merupakan sebuah teknik untuk rekrutmen yang mana dikelola oleh satu bagian dalam suatu perusahaan yang didasarkan dari departemen itu sendiri. Biasanya dilihat dari segi managementnya, namun bagi beberapa perusahaan teknik ini dinilai kurang begitu efektif. Hal tersebut karena memiliki beberapa kendala seperti tidak memiliki kontrol dan juga kendali dari rekrut ini. Dengan demikian mungkin saja nantinya tidak sesuai dengan kebutuhan dari pada separtemen atau bagian tersebut.

2. Teknik desentralisasi
Teknik ini merupakan teknik dalam merekrut calon tenaga kerja yang mana pengelolaannya diserahkan kepada masing – masing dari departemen yang membutuhkan tenaga kerja. Teknik ini sendiri memiliki tujuan untuk bisa mendapatkan calon tenaga kerja yang professional dan sesuai dengan standar bagian masing – masing.

Untuk beberapa perusahaan beranggapan bahwa teknik ini cukup efektif untuk dilakukan hal tersebut karena nantinya setiap bagian yang membutuhkan tenaga kerja akan dapat menilai setiap pelamar kerja tersebut dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari suatu departemen tersebut. Namun teknik ini juga memiliki beberapa kendala seperti pihak dari pusat tidak memiliki kontrol dari teknik ini sehingga pihak pusat tidak tahu menahu mengenai pelamar kerja tersebut.

Pengelolaan Tenaga Kerja
Jadi itulah dua teknik yang biasanya digunakan oleh suatu perusahaan dalam mencari tenaga kerja yang professional dan berkualitas serta memenuhi kualifikasi.

Katalog 300 KPI (Key Performance Indicators) Super Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Namun selain memperhatikan beberapa teknik dalam merekrut tenaga kerja, setelah nantinya terpilih tenaga kerja tersebut mengelola tenaga kerja juga sangat penting, salah satunya dengan memberikan beberapa motivasi agar nantinya tenaga kerja tersebut akan lebih nyaman dan juga bisa mengerjakan pekerjaannya dengan lebi baik dan maksimal.

Selain itu dengan memberikan motivasi tentu saja nantiya tenaga kerja tersebut akan lebih termotivasi karena tujuan dari motivasi sendiri adalah untuk mendorong agar bisa mengerjakan pekerjaannya secara lebih baik dan produktif.

Untuk memberikan motivasi sendiri bisa dengan memberikan beberapa penghargaan dalam bentuk nyata seperti pemberian insentif, kemudian juga kursus, lalu fasilitas kerja, naik jabatan, bonus gaji dan yang lainnya, jika memang nantinya pekerjaan yang dikerjakannya sangat memuaskan.

Kemudian bisa juga dengan memberikan beberapa dukungan secara moral seperti memberikan semangat melalui kata – kata, kemudian mengikut sertakan dalam kegiatan seminar, lalu memberikan penyegaran dengan melakukan beberapa kegiatan seperti outbound atau yang lainnya. Dengan beberapa hal tersebut tentu saja nantinya tenaga kerja tersebut akan mendapatkan dorongan untuk lebih maksimal. Jadi pengeloaan karyawan juga sangat dibutuhkan selain teknik rekrutmen.

GRATIS - Template Tabel Performance Appraisal Berbasis KPI dan Panduan Balanced Scorecard. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!