Banyak café dan restoran terlihat ramai setiap hari, tetapi pemiliknya tetap bertanya: kok uangnya terasa habis terus? Masalahnya sering bukan di konsep atau rasa, melainkan di tidak adanya KPI Café & Resto yang jelas. Tanpa KPI, bisnis hanya mengandalkan feeling—bukan kendali.
KPI Café & Resto adalah indikator kinerja terukur untuk memastikan penjualan stabil, biaya terkendali, kualitas terjaga, dan pelanggan mau datang kembali. KPI membantu owner berpindah dari “sibuk operasional” menjadi mengelola bisnis secara profesional.
Berikut contoh KPI utama dalam bisnis café dan restoran:
- Daily Sales Revenue
Definisi: Total penjualan harian café/resto.
Target ilustratif: Sesuai kapasitas tempat (misalnya Rp 15–30 juta per hari).
Cara ukur: Total transaksi penjualan per hari.
KPI ini menjadi indikator awal kesehatan omzet. - Food Cost Percentage
Definisi: Persentase biaya bahan baku terhadap penjualan.
Target ilustratif: 30–35%.
Cara ukur: (Total biaya bahan makanan ÷ total penjualan makanan) × 100%.
Food cost terlalu tinggi biasanya disebabkan porsi tidak konsisten atau waste. - Labor Cost Percentage
Definisi: Persentase biaya tenaga kerja terhadap total penjualan.
Target ilustratif: 15–25%.
Cara ukur: (Total gaji dan lembur ÷ total penjualan) × 100%.
KPI ini menjaga agar jumlah karyawan dan jam kerja tetap efisien. - Average Transaction Value (ATV)
Definisi: Nilai rata-rata belanja per pelanggan.
Target ilustratif: Rp 50.000–100.000 per transaksi.
Cara ukur: Total penjualan ÷ jumlah transaksi.
ATV dapat ditingkatkan lewat upselling dan bundling menu. - Table Turnover Rate
Definisi: Frekuensi penggunaan meja dalam satu periode.
Target ilustratif: 2–4 kali per jam (tergantung konsep).
Cara ukur: Jumlah tamu ÷ jumlah meja.
KPI ini penting untuk memaksimalkan kapasitas tanpa menambah tempat. - Customer Repeat Rate
Definisi: Persentase pelanggan yang datang kembali.
Target ilustratif: ≥ 40–50%.
Cara ukur: Jumlah pelanggan repeat ÷ total pelanggan × 100%.
Repeat customer adalah sumber profit paling sehat. - Waste Percentage
Definisi: Persentase bahan baku terbuang.
Target ilustratif: ≤ 3–5%.
Cara ukur: Nilai bahan terbuang ÷ total pembelian bahan × 100%.
Tanpa KPI, café dan resto sering terjebak ramai tapi bocor di biaya. Dengan KPI yang tepat, owner bisa mengontrol margin, meningkatkan pelayanan, dan menjaga bisnis tetap tumbuh meski persaingan ketat.
👉 Di video saya tentang KPI Bisnis Café & Resto, saya membahas cara menyusun KPI yang realistis, mudah dipantau harian, dan benar-benar bisa dijalankan oleh tim operasional. Video ini penting ditonton sebelum Anda menetapkan target agar café dan resto tidak sekadar ramai—tapi benar-benar untung.
Cara Rumuskan Tabel Salary Grading. Download sekarang juga disini !!


