KPI Produksi: Dari Pabrik Sibuk ke Kinerja yang Efisien dan Menguntungkan

Departemen Produksi sering terlihat paling “kerja keras”: mesin jalan, orang lembur, target dikejar. Tapi tanpa KPI Produksi, manajemen sulit menjawab satu hal penting: apakah proses produksi kita benar-benar efisien?

KPI Produksi adalah indikator terukur untuk menilai efektivitas, efisiensi, kualitas, dan keandalan proses produksi.

Berikut contoh KPI Produksi yang lengkap dan praktis:

  1. Overall Equipment Effectiveness (OEE)
    Definisi: Tingkat efektivitas mesin berdasarkan availability, performance, dan quality.
    Target ilustratif: ≥ 85%.
    Cara ukur: Availability × Performance × Quality.
  2. Production Yield
    Definisi: Persentase produk baik dibanding total output.
    Target ilustratif: ≥ 98%.
    Cara ukur: (Produk baik ÷ total produksi) × 100%.
  3. Downtime Rate
    Definisi: Persentase waktu berhenti produksi akibat gangguan mesin atau proses.
    Target ilustratif: ≤ 5%.
    Cara ukur: (Total downtime ÷ total waktu produksi) × 100%.
  4. Cost per Unit
    Definisi: Biaya produksi per unit produk.
    Target ilustratif: Turun ≥ 10% per tahun.
    Cara ukur: Total biaya produksi ÷ total unit yang dihasilkan.

Produksi tanpa KPI cenderung fokus pada kejar output, bukan optimasi proses. Dengan KPI yang tepat, Produksi berubah menjadi fungsi strategis yang langsung menjaga margin perusahaan.

👉 Di video saya tentang KPI Produksi, saya membahas cara memilih KPI yang realistis, tidak berlebihan, dan benar-benar bisa dikendalikan oleh tim produksi. Sangat penting ditonton sebelum menetapkan target tahunan.

Cara Rumuskan Tabel Salary Grading. Download sekarang juga disini !!

DOWNLOAD sekarang juga !!