Industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) hidup dari tiga hal: kecepatan, ketersediaan produk, dan efisiensi biaya. Tanpa KPI yang tepat, perusahaan FMCG bisa terlihat laris tapi diam-diam bocor di distribusi, stok, atau margin.
KPI FMCG adalah indikator terukur untuk memastikan produk cepat bergerak, tersedia di pasar, dan tetap menguntungkan.
Berikut contoh KPI utama di industri FMCG:
- Sales Volume Growth
Definisi: Pertumbuhan volume penjualan unit produk.
Target ilustratif: ≥ 10–15% per tahun.
Cara ukur: (Volume periode ini – periode lalu) ÷ periode lalu × 100%. - On-Shelf Availability (OSA)
Definisi: Persentase produk yang tersedia di rak saat dibutuhkan konsumen.
Target ilustratif: ≥ 95%.
Cara ukur: Jumlah outlet dengan stok tersedia ÷ total outlet × 100%. - Inventory Turnover
Definisi: Kecepatan perputaran persediaan.
Target ilustratif: ≥ 8–12 kali per tahun (tergantung kategori).
Cara ukur: Harga pokok penjualan ÷ rata-rata persediaan. - Distribution Coverage
Definisi: Luas jangkauan distribusi produk.
Target ilustratif: ≥ 90% outlet sasaran.
Cara ukur: Outlet aktif ÷ total outlet target × 100%.
Tanpa KPI, FMCG hanya mengejar volume. Dengan KPI yang tepat, perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, stok sehat, dan margin.
👉 Di video saya tentang KPI Industri FMCG, saya membahas cara memilih KPI yang relevan untuk sales, distribusi, dan operasional—bukan sekadar KPI “rame di laporan”. Sangat penting ditonton sebelum menetapkan KPI FMCG tahunan.
