Rumah sakit adalah bisnis yang unik. Di satu sisi, ia harus mengutamakan keselamatan dan kualitas layanan pasien. Di sisi lain, rumah sakit tetap harus berjalan efisien dan berkelanjutan secara finansial. Tanpa KPI Bisnis Rumah Sakit yang tepat, manajemen sering terjebak antara tuntutan medis dan tekanan biaya.
KPI rumah sakit adalah indikator kinerja terukur untuk memastikan mutu pelayanan, efisiensi operasional, keselamatan pasien, serta kesehatan keuangan berjalan seimbang. KPI membantu direksi dan manajemen mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar asumsi.
Berikut contoh KPI utama dalam bisnis rumah sakit:
- Bed Occupancy Rate (BOR)
Definisi: Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit.
Target ilustratif: 60–85%.
Cara ukur: (Jumlah hari perawatan ÷ total kapasitas tempat tidur × jumlah hari) × 100%.
BOR terlalu rendah berarti kapasitas tidak optimal, terlalu tinggi berisiko menurunkan kualitas layanan. - Average Length of Stay (ALOS)
Definisi: Rata-rata lama rawat inap pasien.
Target ilustratif: Sesuai standar kasus (case mix).
Cara ukur: Total hari rawat inap ÷ jumlah pasien keluar.
ALOS membantu mengontrol efisiensi perawatan tanpa mengorbankan mutu klinis. - Patient Satisfaction Index
Definisi: Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan medis dan non-medis.
Target ilustratif: ≥ 85–90%.
Cara ukur: Survei kepuasan pasien, keluhan, dan umpan balik pasca perawatan.
Kepuasan pasien sangat memengaruhi reputasi dan loyalitas. - Readmission Rate
Definisi: Persentase pasien yang kembali dirawat dalam periode tertentu.
Target ilustratif: ≤ standar nasional/klinis.
Cara ukur: (Jumlah pasien readmission ÷ total pasien keluar) × 100%.
Readmission tinggi bisa menandakan kualitas layanan yang perlu diperbaiki. - Revenue per Patient
Definisi: Pendapatan rata-rata per pasien.
Target ilustratif: Naik seiring peningkatan layanan dan case mix.
Cara ukur: Total pendapatan rumah sakit ÷ jumlah pasien.
KPI ini membantu mengelola keseimbangan antara layanan medis dan finansial. - Cost per Patient Day
Definisi: Biaya operasional per hari per pasien.
Target ilustratif: Terkendali dan efisien tanpa menurunkan mutu.
Cara ukur: Total biaya operasional ÷ total patient days.
KPI ini penting untuk menjaga margin rumah sakit. - Clinical Incident Rate
Definisi: Jumlah insiden keselamatan pasien.
Target ilustratif: Zero incident atau tren menurun.
Cara ukur: Jumlah insiden klinis per periode.
Keselamatan pasien adalah KPI yang tidak bisa ditawar.
Tanpa KPI yang jelas, rumah sakit berisiko sibuk melayani tetapi kehilangan kendali mutu dan biaya. Dengan KPI yang tepat, manajemen dapat menjaga kualitas klinis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan rumah sakit tetap sehat secara finansial.
👉 Di video saya tentang KPI Bisnis Rumah Sakit, saya membahas cara menyusun KPI yang seimbang antara aspek medis, operasional, dan keuangan—tanpa membebani tenaga kesehatan. Video ini penting ditonton sebelum menetapkan KPI rumah sakit agar pelayanan prima dan keberlanjutan bisnis berjalan seiring.
