UU Ciptaker dan Dampaknya Bagi Karyawan, Begini Penjelasan Lengkapnya

UU Ciptaker – Sampai saat ini pro dan kontra keberadaan UU Ciptaker masih menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat. Pasalnya, banyak masyarakat yang menganggap bahwa hadirnya UU Ciptaker justru memberikan ancaman serius bagi kesejahteraan para pekerja.

UU Ciptaker sendiri disahkan melalui Undang – Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dimana beberapa pasal yang terdapat pada UU Ciptaker membuat masyarakat takut dan gelisah. Alasan utamanya karena beberapa pasal tersebut diprediksi bisa berpotensi menyebabkan munculnya pelanggaran HAM, khususnya terkait hak – hak yang harus didapatkan oleh para pekerja.

Setelah berhasil disahkan pada tanggal 5 Oktober 2020, berbagai aksi penolakan terus dilakukan oleh masyarakat, terutama dari pihak organisasi persatuan buruh. Namun dari pihak pemerintah, sampai saat ini terus berupaya untuk memberikan edukasi lebih lanjut ke seluruh masyarakat Indonesia.

Dari sudut pandang pemerintah, UU Ciptaker memberikan dampak positif bagi masyarakat, karena akan lebih banyak investor yang masuk dan secara otomatis lapangan kerja pun terbuka seluas – luasnya.

UU Ciptaker

Penjelasan Tentang UU Ciptaker

Menurut penjelasan yang ada pada rancangan UU Cipta Kerja, istilah Cipta Kerja sendiri bisa diartikan sebagai langkah tepat untuk penciptaan kerja melalui berbagai upaya seperti kemudahan dalam berusaha, pemberdayaan, perlindungan terhadap usaha skala mikro, kecil dan menengah, peningkatan jumlah investasi hingga memberikan dukungan langsung pada berbagai proyek strategis berskala nasional.

Setelah berhasil disahkan UU Ciptaker mempunyai beberapa aturan turunannya seperti 4 Perpres dan 45 PP. Sampai saat ini, aturan dari UU Ciptaker yang sudah diimplementasikan di lapangan adalah PP No 35 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja yang membahas seputar Outsourcing, PKWT, Waktu Kerja, Waktu Istirahat dan PHK.

Lantas seperti apa dampak dari UU Ciptaker ini terhadap karyawan?

Dampak Lengkap UU Ciptaker Terhadap Karyawan

UU Ciptaker mengubah banyak aturan dan berdampak langsung pada buruh. Dampak yang dimaksud tersebut seperti:

1.Resiko Tidak Mendapatkan Pesangon dari Perusahaan

Di dalam UU Ciptaker, terdapat aturan yang menghapus 5 pasal sekaligus. Dimana isi di dalam pasal tersebut mengatur tentang pemberian pesangon kepada karyawan. Dampak dari penghapusan tersebut, para pekerja mendapatkan resiko tinggi tidak bisa menikmati pesangon dari perusahaan saat terjadi hal – hal tertentu seperti PHK, kecelakaan kerja serius, meninggal dunia hingga saat mengundurkan diri atas keinginan sendiri.

Beberapa pasal yang dihapus antara lain:

  • Pasal 162 UU Ketenagakerjaan, digantikan dengan pasal 81 poin 51
  • Pasal 163 UU Ketenagakerjaan, digantikan dengan pasal 81 poin 52
  • Pasal 164 UU Ketenagakerjaan, digantikan dengan pasal 81 poin 53
  • Pasal 165 UU Ketenagakerjaan, digantikan dengan pasal 81 poin 54
  • Pasal 166 UU Ketenagakerjaan, digantikan dengan pasal 81 poin 55

2.Memudahkan Tenaga Kerja Asing dengan Lebih Leluasa Masuk ke Indonesia

Setelah dipelajari lebih lanjut, ternyata UU Ciptaker tidak hanya membuka peluang kerja seluas – luasnya bagi masyarakat Indonesia sendiri, tetapi juga memudahkan para tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia.

Kondisi ini diperkuat dan bisa Anda lihat secara langsung melalui pasal 81 poin 4 – 11 pada UU Ciptaker. Pasal ini ternyata menjadi pengganti dari UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Contoh kasus yang tertuang pada UU Ciptaker tidak adanya kewajiban bagi para pengusaha untuk mengajukan izin secara tertulis saat akan mempekerjakan para tenaga kerja asing di Indonesia.

Kasus lain juga bisa dilihat dari larangan jabatan yang bisa diduduki oleh tenaga kerja asing. Sebelumnya terdapat beberapa jabatan yang tidak diperbolehkan untuk diduduki, melalui UU Ciptaker hanya jabatan personalia saja yang dilarang.

3.Meniadakan Aturan Tentang Rentang Waktu Maksimal Pegawai Kontrak 3 Tahun

Poin ketiga ini memberi dampak yang begitu terasa bagi para pekerja kontrak sehingga menuai kontroversi dari berbagai kalangan.

Yang sebelumnya aturan tentang PKWT maksimal adalah 3 tahun, sekarang dihapus. Artinya, perusahaan mempunyai peluang besar untuk memperpanjang kontrak para pekerjanya tanpa batasan karena akan jauh lebih menguntungkan bagi pengusaha.

Dalam hal ini kewajiban setiap pengusaha menjadi lebih ringan dibanding saat mempekerjakan karyawan tetap. Bagi karyawan, kondisi ini jelas – jelas sangat merugikan, karena masa kontrak mereka menjadi tidak jelas. Belum lagi bagi mereka yang sudah berumah tangga, pikiran was – was karena rasa takut putus kontrak yang terus saja menghantui.

4.Menambah Jam Lembur dan Meniadakan Cuti Panjang

Aturan ini tercantum pada UU Ciptaker pasal 81 poin 22 yang mengubah aturan sebelumnya pada UU Ketenagakerjaan No 78 tentang waktu kerja lembur.

Perubahan bisa dilihat dari waktu maksimal lembur harian yang semula 3 jam menjadi 4 jam. Kemudian waktu lembur mingguan yang semula 14 jam menjadi 18 jam.

Sementara untuk penghapusan cuti panjang, diatur pada pasal 81 poin 79 UU Ciptaker.

5.Dampak UU Ciptaker UMK Tinggal Kenangan

Jika sebelumnya pada pasal 89 UU Ketenagakerjaan mengatur upah berdasarkan UMK, pada UU Ciptaker justru meniadakannya. Perubahan tersebut bisa dilihat secara langsung melalui pasal selipan 88 C pada UU Ciptaker. Dimana Gubernur diberikan wewenang khusus untuk mengatur dan menetapkan upah minimum di daerahnya masing – masing dalam cakupan kota/kabupaten.

6.Ancaman Kerusakan Lingkungan Serius

Alih – alih mendukung program pelestarian lingkungan, UU Ciptaker dianggap memberikan dampak serius bagi kelestarian lingkungan.

Mengapa bisa begitu? Banyak pihak yang menilai, fungsi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) sudah tidak lagi diprioritaskan dan tidak menjadi upaya preventif.

Secara perlahan tapi pasti, kualitas lingkungan akan terus mengalami penurunan. Dalam hal ini, pihak yang dirugikan bukanlah para pengusaha atau investor, melainkan penduduk pribumi yang tinggal di lingkungan tersebut.

Mengingat bagi mereka yang bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam dan lahan akan kehilangan lingkungan karena dampak dari operasional usaha yang tidak memperhatikan AMDAL.

7.Pengusaha Lebih Leluasa untuk Menerapkan Upah Murah

Sebelum disahkannya UU Ciptaker, kesenjangan upah bagi kaum perempuan sudah banyak terjadi di lingkungan kerja. Namun setelah UU Ciptaker disahkan, justru semakin memperparah keadaan.

Seharusnya, yang menjadi patokan dalam penentuan standar upah didasarkan pada fakta di lapangan. Standar upah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan lebih sejahtera.

Untuk itu, dalam hal ini pemerintah seharusnya bisa memberikan jaminan perlindungan terhadap kaum perempuan melalui berbagai aturan cuti seperti cuti menstruasi, cuti melahirkan, cuti menyusui hingga upah lembur yang layak.

8.Sistem Outsourcing Semakin Subur

Pada UU Ciptaker tidak ada aturan khusus yang mengatur bidang apa saja yang diizinkan untuk menggunakan sistem kerja outsourcing. Dengan begitu, teror perluasan pada sistem outsourcing menjadi tumbuh subur.

Kesimpulan UU Ciptaker

Demikian yang harus Anda semua pahami terkait dengan dampak dari UU Ciptaker. Pada dasarnya, UU Ciptaker disusun dan disahkan untuk tujuan yang baik yakni menyempurnakan berbagai aturan yang sudah berjalan sebelumnya. Utamanya, UU Ciptaker ditujukan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi nasional secara menyeluruh. Dalam hal ini, Anda pun tak perlu mengkhawatirkan UU Ciptaker tersebut karena peluang lapangan pekerjaan akan semakin luas dan hak – hak sebagai pekerja pun tetap bisa didapatkan.

baca juga: Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Jam Kerja yang Wajib Anda Pahami dan Jalankan

Cara Menggunakan ChatGPT untuk Manajemen SDM, Begini Langkahnya

ChatGPT untuk Manajemen SDM – Setelah resmi diluncurkan pada bulan November 2022 lalu oleh pihak OpenAI, banyak pihak di seluruh dunia yang tertarik dan menaruh perhatian pada ChatGPT.

Sebagai salah satu jenis teknologi yang termasuk dalam kategori Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, ChatGPT dianggap membawa banyak manfaat dan menawarkan kemudahan selama proses pengoperasiannya.

Sebagian besar, ChatGPT digunakan oleh para pengguna di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi. Selain informasi, ChatGPT juga menawarkan keunggulan lain seperti bisa digunakan untuk membuat konten, menjawab berbagai jenis pertanyaan dan berbagai tujuan menarik lainnya.

Tidak mau kalah dengan pengguna pribadi, banyak perusahaan yang juga mulai memanfaatkan keberadaan ChatGPT untuk mendukung kegiatan operasional bisnis termasuk manajemen SDM.

Lantas bagaimana cara menggunakan ChatGPT untuk manajemen SDM?

chatgpt untuk manajemen sdm

Cara Lengkap Menggunakan ChatGPT untuk Manajemen SDM

Kondisi pasca pandemi covid 19 bisa dianggap sebagai momentum yang sangat tepat untuk banyak perusahaan mulai merambah pemanfaatan teknologi. Tujuan utamanya, tidak lain dan tidak bukan untuk mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan.

Di sisi lain, dengan selalu update dan menggunakan teknologi, bisa dikatakan sebagai upaya perusahaan untuk beradaptasi pada perubahan zaman.

Keberadaan teknologi sangat tepat dimanfaatkan sebagai sarana dalam menciptakan berbagai kemudahan bagi perusahaan untuk bisa mewujudkan tujuan dan target yang diinginkan. Dimana di dalamnya juga termasuk dalam proses manajemen SDM agar lebih efektif dan efisien.

Dalam hal ini, keberadaan teknologi ChatGPT mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam mengambil alih tugas sekaligus fungsi dari departemen SDM pada perusahaan.

Salah satu tugas yang bisa diambil alih adalah dalam menganalisis jabatan untuk menjelaskan tentang uraian pekerjaan. Terlebih untuk perusahaan yang memiliki jumlah karyawan ribuan atau bahkan ratusan ribu.

Berikut cara menggunakan ChatGPT untuk manajemen SDM:

1.Kunjungi Situs chat.openai.com

Pertama, Anda bisa langsung mengunjungi situs resmi dari chat.openai.com terlebih dahulu. Setelah berhasil mengunjungi situsnya, Anda bisa langsung melakukan registrasi pengguna terlebih dahulu. Caranya sangat mudah kok, siapkan alamat email atau bisa juga dengan menggunakan microsoft account.

2.Mulai Penggunaan ChatGPT untuk Manajemen SDM

Setelah Anda berhasil masuk, silahkan langsung mengetikkan apa saja sesuai kebutuhan. Mulai dari tanya jawab umum, berbagai bantuan penjualan dan pemesanan, konsultasi seputar kesehatan dan medis, dukungan psikologis dan lainnya.

3.Manfaatkan ChatGPT untuk Manajemen SDM

Sebagai contoh ChatGPT untuk manajemen SDM yang bisa Anda coba seperti uraian jabatan“HR Officer” dengan kata kunci “” make job description for HR Officer. Nantinya ChatGPT akan menampilkan hasil yang sangat rinci mulai dari Job Title, Job Overview, Key Responsibilities, Qualifications, Salary and Benefits hingga Working Conditions.

Dalam hal ini, perusahaan bisa hemat pengeluaran dari segi biaya uraian pekerjaan. Tata kelola SDM menjadi lebih efisien dan mudah berkat pemanfaatan teknologi ChatGPT dari OpenAI.

Bagaimana, mudah bukan pemakaian ChatGPT untuk manajemen SDM. Memang, untuk bisa memanfaatkan ChatGPT secara maksimal dibutuhkan keterampilan teknologi dan bahasa Inggris.

Cara Kerja ChatGPT Secara Umum

Berdasarkan penjelasan yang diberikan langsung oleh OpenAI, ChatGPT dirancang khusus dengan menerapkan model bahasa algoritma untuk mendapatkan tanggapan yang lebih natural.

Untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik, ChatGPT memanfaatkan beberapa teknik machine learning meliputi neural networks dan transfer learning.

1.ChatGPT Menggunakan Transfer Learning

Pada sistem transfer learning, ChatGPT memanfaatkan model bahasa yang sebelumnya memang sudah ada, sudah siap dan sudah terlatih. Model bahasa yang dimaksud seperti halnya GPT-3, dimana mempunyai kemampuan hingga miliaran parameter, telah dirancang untuk memahami banyak aturan, kemampuan bahasa yang lebih natural seperti kalimat yang terlontar dari manusia hingga terlatih untuk memanfaatkan korpus data dengan jumlah yang sangat besar.

2.Chat GPT Menggunakan Neural Networks

Neural Networks terinspirasi dari sistem kerja otak manusia dimana akan memberi hasil sesuai dengan rangsangan input yang dilakukan.

Pada saat para pengguna mengajukan pertanyaan melalui inputan ke ChatGPT, maka program akan segera menganalisis teks tersebut. Mulai dari memahami struktur bahasa yang digunakan hingga mencari pola – pola terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan berupa teks yang relevan dengan konteks yang dimaksudkan.

Selama proses berlangsung, disinilah pemanfaatan neural networks dilakukan untuk membantu menghubungkan antara semua input dan juga output yang dianggap relevan serta mempunyai kecocokan.

Sebagai informasi tambahan, neural networks adalah suatu sistem pemrosesan data yang dibangun layaknya sistem kerja otak manusia. Dimana setiap data yang masuk akan melalui sejumlah proses terlebih dahulu, mulai dari diproses beberapa lapisan untuk dipelajari hingga mendapatkan struktur data yang tepat.

Setelah semua proses layer, analisis pola dan lainnya selesai, maka akan langsung menunjukkan hasil berupa output yang sesuai.

Tips Menggunakan ChatGPT untuk Manajemen SDM

Untuk memaksimalkan penggunaan teknologi ChatGPT untuk manajemen SDM, ada beberapa tips yang harus Anda pahami terlebih dahulu, apa saja?

1.Pertanyaan yang Diajukan Harus Spesifik dan Jelas

Untuk mendapatkan respons dari ChatGPT yang lebih relevan, usahakan untuk mengajukan pertanyaan yang sifatnya lebih spesifik dan jelas. Hindari menggunakan kalimat ambigu dan sangat umum diajukan. Hal ini akan membuat sistem ChatGPT menampilkan jawaban yang kurang sempurna atau bahkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Seperti halnya manusia, kualitas jawaban yang dilontarkan, akan berbanding lurus dengan kualitas pertanyaan dan penggunaan tata bahasa yang digunakan.

2.Pastikan Bahasa yang Digunakan Harus Sopan dan Natural

Meskipun ChatGPT merupakan teknologi berbasis mesin pencarian, nyatanya ChatGPT dirancang khusus untuk memberikan jawaban yang natural dan tidak kaku layaknya mesin pada umumnya. Untuk itu, sangat disarankan kepada Anda semua selama memanfaatkan ChatGPT untuk manajemen SDM, pastikan sudah menggunakan tata bahasa yang baik, sopan dan senatural mungkin.

Selanjutnya, sebagai perbandingan, Anda juga bisa mencoba menggunakan kata – kata kasar atau tidak sopan. Pastinya hasil yang muncul akan sangat berbeda, penggunaan tata bahasa yang baik, sopan dan natural akan menghasilkan tanggapan berkualitas, relevan dan sesuai yang diharapkan

3.Manfaatkan Beberapa Metode Pertanyaan untuk Mendapatkan Hasil Maksimal

Seperti halnya manusia yang memiliki keterbatasan kemampuan, setiap chatbot dan salah satunya termasuk ChatGPT juga mempunyai keterbatasan. Khususnya keterbatasan dalam menghasilkan tanggapan maupun dalam pemahaman.

Untuk mendapatkan hasil tanggapan yang lebih baik dan berkualitas, tidak ada salahnya jika Anda melakukan pengujian melalui beberapa metode pertanyaan. Jangan lupa untuk memastikan jawaban benar – benar bisa dipertanggungjawabkan, silahkan cari referensi lain sebagai rujukan pendukungnya ya.

Nah itulah beberapa informasi seputar ChatGPT untuk manajemen SDM yang menawarkan banyak manfaat.

Kesimpulan

Manajemen SDM bisa berjalan lancar dan sukses berkat kualitas pihak pengelolanya. Salah satunya adalah kemampuan dalam hal beradaptasi dan mengikuti perubahan zaman seperti menggunakan ChatGPT untuk mendukung manajemen SDM. Dengan memahami pemanfaatan ChatGPT dengan baik, tentu akan menghasilkan kualitas kerja yang lebih optimal dalam upaya pengelolaan sumber daya manusia pada sebuah perusahaan.

baca juga: Digitalisasi HR atau Digital HR dan Otomasi Layanan SDM dengan Teknologi Digital

Dampak AI Terhadap Manajer SDM, Apa Saja?

Dampak AI – Kecerdasan buatan atau yang sering disebut dengan istilah Artificial Intelligence menciptakan peluang besar bagi mesin untuk beradaptasi dan mempelajari hal – hal baru dengan sangat cepat berdasarkan data yang tersedia tanpa harus melalui pembuatan program terlebih dahulu.

Di banyak industri di seluruh dunia, AI sudah banyak digunakan karena terbukti mampu mendukung peningkatan efisiensi sumber daya manusia pada perusahaan kecil, menengah hingga perusahaan raksasa.

Lantas, sebenarnya apa itu AI?

dampak ai

Sekilas Tentang Artificial Intelligence

AI merupakan kecerdasan buatan yang tercipta dengan memanfaatkan keilmuan di bidang komputer, dimana mempunyai misi dan tujuan utama dalam memudahkan pekerjaan di berbagai lini kehidupan.

Keunikan yang dimiliki oleh sistem AI sehingga membuatnya tampil canggih adalah dari sisi cara kerjanya. AI mempunyai kemampuan untuk belajar dari pengalaman yang bersumber dari data yang tersimpan dalam database.

Dari semua data yang diperoleh AI, bisa diolah kembali untuk mengembangkan sistem menjadi lebih efektif dan menyelesaikan semua tugas lebih cepat.

Kelebihan yang ditawarkan oleh AI inilah dianggap sangat tepat untuk diterapkan pada bidang Human Resource atau sumber daya manusia. Dengan catatan, penerapan dan pengelolaan AI dilakukan dengan benar dan tepat.

Peran AI pada bidang sumber daya manusia banyak dimanfaatkan untuk perampingan pekerjaan yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang meliputi perekrutan karyawan, pelatihan karyawan maupun pekerjaan administrasi secara keseluruhan.

Yang perlu diperhatikan dan diingat, penggunaan AI tidak boleh berlebihan atau terlalu dieksploitasi karena bisa memunculkan berbagai ancaman. Kenapa bisa begitu?

Ingat, perusahaan yang baik tetap harus menjunjung tinggi asas rasa kemanusiaan. Sedangkan jika penerapan AI dilakukan secara penuh tanpa ada campur tangan sedikitpun dari manusia, penyelesaian pekerjaan, analisis pekerjaan hingga proses pengambilan keputusan menjadi kaku. Dalam hal ini, artinya asas rasa kemanusiaan pun akan dikesampingkan.

Parahnya lagi, keberadaan AI tidak lagi berdampak positif bagi bidang sumber daya manusia, namun justru berdampak negatif. Berbagai kejadian besar seperti pemutusan hubungan kerja secara masal, penurunan kepuasaan kerja karyawan, banyak miskomunikasi antar karyawan hingga peningkatan angka turnover karyawan pada perusahaan yang sulit dikendalikan.

Dampak AI dalam Membantu Peningkatan Efisiensi Sumber Daya Manusia

Berikut ini terdapat beberapa dampak AI yang bisa dirasakan langsung oleh manajer SDM dalam rangka peningkatan efisiensi sumber daya manusia, apa saja?

1.Dampak AI Selama Proses Rekrutmen

Pengelolaan sumber daya manusia paling penting berawal dari proses rekrutmen. Pemanfaatan kecerdasan buatan selama proses rekrutmen bisa memperbesar peluang perusahaan untuk mendapatkan kandidat paling sesuai dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Keberadaan algoritma AI, bisa dimanfaatkan untuk memfilter semua CV yang masuk ke perusahaan sehingga mampu menemukan kandidat terbaik sesuai kebutuhan perusahaan.

Tidak butuh waktu lama, untuk mendapatkan beberapa kandidat tersebut dan bisa langsung dikirimkan undangan wawancara. Berbeda dengan pemilahan CV yang dilakukan secara manual, 1 minggu pun rasanya tidak cukup untuk mempelajari semua CV yang masuk.

Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan bahwa proses rekrutmen dengan memanfaatkan AI sangat membantu staff SDM, karena bisa dilakukan dengan sangat cepat.

2.Dampak AI Selama Pelatihan Kerja

Selain proses rekrutmen, proses pelatihan kerja juga tidak kalah penting dalam mendukung pengembangan perusahaan. Pelatihan kerja dengan memanfaatkan algoritma AI bisa membantu proses identifikasi pada divisi mana yang membutuhkannya.

Kemudian, AI pada pelatihan kerja juga bisa membantu memberikan rekomendasi yang lebih spesifik pada semua karyawan dengan merujuk pada kebutuhan perusahaan maupun performa yang ditunjukkan oleh masing – masing karyawan.

3.Mendukung Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja mempunyai dampak yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan melalui proses evaluasi oleh manajer SDM. Selama proses evaluasi inilah, AI bisa dimanfaatkan manajer SDM untuk membantu seluruh aktivitas evaluasi secara menyeluruh. Sehingga tujuan perusahaan pun bisa segera tercapai.

Menariknya, dampak AI ini pada manajemen kinerja bisa digunakan berdasarkan data yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu saja. Misalnya saja, dalam periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau periode lainnya sesuai kebutuhan.

4.Membantu Analisis Data

Selain uang, data menjadi aset paling berharga bagi semua perusahaan di dunia ini. Dimana jika sampai ada kebocoran data, bisa berpotensi menciptakan kerugian besar. Setiap data yang ada, bisa digunakan untuk pertimbangan hingga pengambilan keputusan dalam bisnis.

Dalam hal ini, keberadaan AI bermanfaat dalam menganalisis setiap data dengan lebih cepat dan efektif sehingga bisa mendukung proses pengembangan SDM.

Algoritma AI bisa digunakan untuk menganalisis data dari berbagai sumber seperti data kinerja karyawan, data absensi, data produktivitas dan data lainnya. Dengan begitu, pola baru hingga tren yang muncul bisa menambah wawasan.

5.Membantu Penghematan Pengeluaran Perusahaan

Menekan angka pengeluaran perusahaan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh manajer SDM. Cara yang banyak dilakukan biasanya dengan mencoba merampingkan dan memangkas SDM yang dianggap tidak terlalu dibutuhkan.

Banyak perusahaan yang merasakan dampak AI secara langsung termasuk salah satunya dalam upaya meminimalisir pengeluaran sehingga bisa  melakukan penghematan berkali – kali lipat.

Pemanfaatan AI bisa digunakan dalam proses identifikasi berbagai hal yang dianggap tidak efisien selama proses pengelolaan SDM sedang berlangsung. Sebagai solusi, AI akan memberi rekomendasi kepada manajer SDM guna meningkatkan efisiensi seperti yang diharapkan oleh perusahaan.

Akhirnya, apa yang diinginkan dan diharapkan oleh perusahaan bisa diwujudkan dengan cepat. Perusahaan bisa mengalokasikan dana yang sebelumnya digunakan untuk memberi gaji, bonus hingga insentif kepada karyawan untuk pengembangan bisnis.

Kesimpulan Dampak AI Terhadap Manajer SDM

Pemanfaatan AI dalam proses pengelolaan sumber daya manusia membuka peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas hingga efisiensi sumber daya manusia.

Dengan kata lain, selain bisa memudahkan pekerjaan manajer SDM, AI juga berpotensi meningkatkan skill manajer SDM dalam menjalankan tugasnya.

Penggunaan AI selama proses rekrutmen, memudahkan dan mempercepat pemilihan kandidat sesuai kriteria yang diinginkan. Sementara dalam proses pelatihan, bisa memberi rekomendasi kepada perusahaan terkait jenis pelatihan paling tepat yang bisa digunakan hingga peningkatan kinerja pada semua karyawan.

Kemudian, AI juga bisa mendukung manajemen kinerja karyawan, mendukung proses analisis data hingga penghematan pengeluaran perusahaan.

Yang perlu ditekankan pada pembahasan kali ini, keberadaan AI bukan berarti bisa menjadi pengganti manusia. Karena dalam prosesnya, manusia tetap wajib ada untuk mengoperasikan AI.

AI memang bisa mendorong peningkatan efisiensi selama proses pengelolaan SDM, namun keputusan akhir tetap harus melibatkan manusia berpengalaman, ahli dan kompeten di bidangnya.

Oleh sebab itu, perusahaan harus mampu dan memastikan penggunaan AI selama proses pengelolaan SDM sudah dilakukan dengan benar, bijaksana dan hati – hati, bukan serampangan.

Jadi, meskipun saat ini sudah ada AI dengan segala kecanggihan yang ditawarkannya, pemanfaatan AI tidak boleh sembarangan, dibutuhkan keputusan yang bijak dan kehati – hatian.

baca juga: Digitalisasi HR atau Digital HR dan Otomasi Layanan SDM dengan Teknologi Digital

DOWNLOAD sekarang juga !!